"Manajemen Sekolah"
Nama: Nur Iqlima Yasika
Nim: 12001302
Kelas: 4H PAI
Mata Kuliah: Magang 1
Berbicara tentang manajemen pastinya berkaitan dengan pengelolaan, salah satunya yaitu pengelolaan pada suatu lembaga pendidikan formal seperti sekolah. Manajemen berasal dari kata to mange yang berarti mengelola. Manajemen ini diartikan sebagai seni mengatur dan melaksanakan, berdasarkan Bahasa Prancis kuno. Manajemen juga dapat diartikan sebagai usaha perencanaan, koordinasi, serta pengaturan sumber daya yang ada demi mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Selain itu, manajemen juga diartikan sebagai kemampuan dalam mengatur sesuatu agar tujuan yang ingin dicapai dapat terpenuhi. Nah, seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya bahwasanya manajemen berkaitan dengan pengelolaan seperti pengelolaan di sekolah (manajemen sekolah). Maka, manajemen sekolah dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan baik tujuan nasional maupun tujuan kelembagaan. Manajemen sekolah juga diartikan sebagai suatu tindakan pengelolaan dan pengadministrasian sekolah, yang mana dapat memberdayakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan sekolah. Adapun tujuan dilakukannya manajemen ini ialah agar pelaksanaan suatu usaha terencana secara sistematis dan dapat dievaluasi secara benar, akurat dan lengkap sehingga dapat mencapai tujuan secara produktif, berkualitas, efektif dan efesien.
• Produktivitas, artinya perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh (output) dengan jumlah sumber yang dipergunakan (input). Produktive diperoleh dapat dinyatakan secara kuantitas maupun kualitas. Kuantitas output berupa jumlah tamatan dan kuantitas input berupa jumlah tenaga kerja dan sumber daya selebihnya, seperti uang, peralatan, perlengkapan, bahan, dan lain sebagainya.
• Kualitas, artinya merujuk kepada suatu ukuran penilaian atau penghargaan yang diberikan atau dikenakan kepada barang (products) dan/atau jasa (services) tertentu berdasarkan pertimbangan objektive atas bobot dan/atau kinerjanya (Prefffer and coote,1991).
• Efektivitas, artinya suatu ukuran keberhasilan tujuan sekolah atau organisasi. Etzioni (1964:187) mengatakan bahwa keefektifan adalah derajat dimana sekolah atau organisasi mencapai tujuannya atau menurut Sergiovani (1987:33) yaitu, “kesesuaian hasil yang dicapai sekolah atau organisasi dengan tujuan”. Nah, pada institusi pendidikan efektivitas terdiri dari dimensi manajemen dan kepemimpinan sekolah, seperti guru, tenaga kependidikan, dan personil lainnya, serta siswa, kurikulum, sarana prasarana, pengelolaan kelas, dan hubungan sekolah dengan masyarakat.
• Efesiensi, artinya berkaitan dengan cara atau membuat sesuatu dengan benar (doing things right).
Nah, di dalam manajemen sekolah juga pastinya memiliki beberapa fungsi dan beberapa aspek untuk mengetahui apa saja yang harus di kelola dan menjadi acuan oleh seorang pemimpin guna meningkatkan kualitas sekolah tersebut. Adapun fungsi dan aspek-aspek manajemen sekolah diantaranya yaitu:
1) Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat didalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Adapun fungsi manajemen diantaranya yaitu sebagai berikut:
• Planning atau perencanaan
Merupakan suatu proses untuk menentukan tujuan yang akan dicapai serta penentuan langkah-langkah yang harus ditempuh dan sumber daya yang harus dialokasikan dengan pertimbangan kesempatan dan ancaman yang ada agar tujuan dapat tercapai. Fungsi perencanaan ini bisa seperti pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan sekolah atau organisasi dan penentuan organisasi kebijaksanaan proyek program prosedur metode sistem anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
• Organizing atau pengorganisasian
Merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan, mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota guru, staff, dan lain sebagainya agar tujuan sekolah dapat dicapai dengan efesien. Organizing atau pengorganisasian ini bisa seperti penentuan sumber daya dan kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai kebutuhan sekolah atau organisasi, perencanaan dan pengembangan suatu sistem sekolah atau organisasi atau kelompok kerja yang akan dapat membawa hal-hal tersebut kearah tujuan, penugasan tanggung jawab tertentu dan pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugas.
• Leading atau pengarahan
Merupakan suatu usaha untuk menjaga agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan dengan memberikan penjelasan, petunjuk dan bimbingan. Leading atau fungsi pengarahan ini bisa seperti bagaimana membuat atau mendapatkan para karyawan, melakukan apa yang diinginkan dan apa yang harus mereka lakukan.
• Controlling atau pengawasan
Merupakan suatu proses untuk menjamin bahwa tujuan–tujuan sekolah atau organisasi dan manajemen tercapai. Bafadal (2003) mengartikan bahwasanya pengawasan itu diartikan sebagai proses memonitor kegiatan-kegiatan. Nah, controlling atau pengawasan ini bisa seperti penemuan dan penerapan cara dan alat untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan.
2) Aspek Manajemen
Merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari beberapa aspek kajian dalam sebuah laporan studi kelayakan. Keberhasilan suatu proyek/kegiatan yang telah dinyatakan feasible untuk dikembangkan, sangat dipengaruhi oleh peranan manajemen dalam pencapaian tujuan suatu proyek/kegiatan. Nah, aspek manajemen ini terbagi menjadi 2, diantaranya:
• Aspek manajemen internal (aspek yang berada dalam ruang lingkup sekolah) seperti perpustakaan, laboratorium, bangunan, sumber dana, pelaksanaan evaluasi pendidikan, hubungan antar guru dan murid, dan sarana fisik lainnya.
• Aspek manajemen eksternal. (aspek yang berada di luar ruang lingkup sekolah) seperti hubungan dengan pihak luar sekolah misalnya seperti masyarakat, dewan pendidikan, dan dinas pendidikan maupun pihak lain yang terkait dengan fungsi sekolah.
Selanjutnya, setelah mengetahui pengertian dari manajemen sekolah tujuan, dan fungsi serta aspek-aspek nya, maka suatu manajemen itu menjadi hal yang sangat penting dan pastinya menjadi hal yang harus dilakukan guna untuk mengelola dan mengatur sekolah tersebut agar suatu tujuan pendidikan atau suatu visi dan misi sekolah tersebut bisa tercapai. Dan seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa manajemen itu bisa diartikan sebagai kemampuan untuk mengelola, dan suatu pengelolaan ini dilakukan untuk mendayagunakan sumber daya yang dimiliki secara terintegrasi dan terkoordinasi untuk mencapai suatu tujuan, baik itu tujuan sekolah maupun tujuan organisasi. Nah, artinya dengan adanya manajemen sekolah ini maka suatu efektivitas sekolah pastinya akan merujuk pada pemberdayaan semua komponen sekolah sebagai organisasi tempat belajar berdasarkan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dalam struktur program dengan tujuan agar siswa dapat belajar dan mencapai hasil yang telah ditetapkan, yaitu memiliki kompetensi. Dan dalam hal ini kinerja yang berhasil dicapai oleh sekolah dapat dilihat hasilnya dari beberapa faktor sebagai indikator kinerja.
Seperti halnya kita mendengar kata manajemen sekolah pastinya berkaitan dengan pengelolaan sekolah. Yang mana sudah kita ketahui bahwasanya suatu pengelolaan yang ada di sekolah biasanya dilakukan oleh seorang pemimpin seperti kepala sekolah dengan kewenangannya sebagai manager sekolah melalui komando atau keputusan yang telah ditetapkan dengan mengarahkan sumber daya untuk mencapai suatu tujuan. Rohiat (2010:14) menyatakan bahwasanya “manajemen merupakan alat untuk mengelola sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan yang harus benar-benar dipahami oleh kepala sekolah”. Nah, dalam mengelola sumber daya yang ada di dalam sekolah tentunya sangat tergantung pada kompetensi (skill) manager itu sendiri (kepala sekolah). Nah, dalam hal ini kepala sekolah dituntut untuk mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mengelola berbagai komponen sekolah untuk mencapai tujuan sekolah yang dirumuskan, dan kepala sekolah juga menunjukkan fungsinya sebagai dua peran besar yaitu peran sebagai manajer serta peran sebagai pemimpin. Adapun beberapa aspek yang mendasari kepemimpinan kepala sekolah diantaranya:
1) Memiliki kepribadian yang kuat, seperti sikap empati, memberi sangsi bagi yang melanggar peraturan, dan memberi contoh keteladanan.
2) Memahami kondisi guru, karyawan dan siswa, seperti memberikan penghargaan bagi yang berprestasi, menghargai guru, dan memberikan gagasan-gagasan baru dalam pembelajaran.
3) Memiliki visi dan memahami misi sekolah, seperti memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan, membuat program supervisi dan melaksanakan kepada guru yang mengajar di kelas, serta memberikan penugasan kepada guru untuk penyusunan rencana kerja.
4) Kemampuan mengambil keputusan, seperti mampu mengambil keputusan yang tepat dan cepat, melakukan evaluasi dan memberikan solusi pelaksanaan program kegiatan, serta melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat dan memutuskan secara matang hasil rapat.
5) Kemampuan berkomunikasi, seperti menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru, menginstruksikan kepada guru untuk melaksanakan prosedur pencapaian tujuan organisasi, dan melaksanakan transparansi kepada warga sekolah.
Menurut Supardi (2013:2) “sekolah efektif adalah sekolah yang memiliki kemampuan memberdayakan setiap komponen penting sekolah, baik secara internal maupun eksternal, serta memiliki sistem pengelolaan yang baik, transparan dan akuntabel dalam rangka pencapaian visi misi tujuan sekolah secara efektif dan efisien”. Nah, seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwasanya kepala sekolah itu merupakan tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah, tempat terselenggarakannya proses belajar mengajar atau tempat terjadinya interaksi antar guru yang memberikan pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Suatu pendidikan yang ada di sekolah dapat dikatakan berhasil apabila kepala sekolah dapat mengelola tenaga kependidikan yang tersedia dan mengelola sekolah tersebut dengan baik. Nah, melalui kepala sekolah sebagai pemimpin (leader) dan dengan adanya manajemen sekolah inilah maka sekolah dan tenaga kependidikan yang tersedia bisa teratur dan terarahkan, serta tujuan pendidikan yang ada pada sekolah tersebut bisa tercapai.
Sumber referensi: Muralidhar., Dash, (2008). School management. New Delhi: Atlantic Publishers & Distributors.
Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005.
https://www.cermati.com/artikel/manajemen-pengertian-manajemen-fungsi-dan-jenis-keilmuan-yang-harus-kamu-tahu
http://jurnal.unsyiah.ac.id/JAP/article/view/2611/2465
https://jurnal.stai-yaptip.ac.id/index.php/menata/article/view/163
Komentar
Posting Komentar