"Silabus"
Nama: Nur Iqlima Yasika
Nim: 12001302
Kelas: 4H PAI
Mata Kuliah: Magang 1
A. Pengertian Silabus
Silabus merupakan suatu sarana untuk membuat rancangan pembelajaran. Silabus digunakan untuk mengatur dan memperlancar laju pendidikan, baik mulai dari memperlancar proses belajar sampai membantu dalam proses penilaian belajar anak.
B. Tujuan Membuat Silabus
Adapun tujuan membuat silabus bagi tenaga pendidik dan guru, diantaranya yaitu sebagai berikut :
1. Acuan Membuat Rencana Pembelajaran
Silabus berfungsi membantu dalam membuat acuan rencana pembelajaran. Mulai dari rencana pembelajaran tentang kajian mata pelajaran, pengembangan penilaian hasil pembelajaran ataupun pengelolaan kegiatan pembelajaran.
2. Pedoman Penyusunan Buku Siswa
Silabus berfungsi dalam membantu penulis untuk menyusun isi buku sesuai dengan kompetensi yang relevan dengan kurikulum ataupun satuan pendidikan yang diberlakukan dinas pendidikan.
3. Sebagai Aktualisasi Kurikulum
Silabus juga berfungsi membantu dalam memaksimalkan dan menjadi sarana untuk mengaktualisasikan kurikulum secara operasional di tingkat satuan pendidikan. Aktualisasi inilah yang sebenarnya memudahkan guru untuk melakukan pembelajaran lebih nyaman.
C. Komponen Dalam Silabus
Saat membuat silabus, ada beberapa komponen yang tercakup di dalamnya, diantaranya :
1. Kompetensi Inti
Kompetensi inti (kt) merupakan kompetensi mengenai keterampilan, sikap, dan pengetahuan yang disampaikan ke peserta didik lewat mata pelajaran. Kompetensi inti ini juga sebagai upaya mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dicapai oleh peserta didik di setiap tingkatan kelas atau jenjang pendidikan.
Kompetensi inti dapat pula diartikan sebagai operasional skl. Setidaknya ada empat dimensi yang mencerminkan kompetensi inti yang meliputi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan. Dimana keempat dimensi itulah yang dapat dijadikan sarana untuk mengintegrasikan muatan pembelajaran, demi mencapai standar kompetensi lulusan.
2. Kompetensi dasar
Ada juga yang disebut dengan komponen kompetensi dasar (kd). Kompetensi ini berupa kemampuan spesifik yang meliputi keterampilan, sikap dan pengetahuan yang disampaikan lewat muatan dan mata pelajaran. Jadi setiap peserta didik wajib memperoleh kompetensi dasar ini.
3. Indikator pencapaian kompetensi
Indikator pencapaian kompetensi ini digunakan untuk mengukur, mengobservasi dan mengamati. Tujuannya untuk mengetahui apakah penilaian mata pelajaran sudah tercapai atau tidak.
Salah satu cara untuk mengetahui indikator pencapaian kompetensi ini, biasanya dapat diketahui dengan cara menghitung, menceritakan, mengidentifikasi atau mengukur. Sementara indikasi pencapaian tersebut berhasil atau tidak, diukur lewat perubahan sikap, keterampilan dan pengetahuan peserta didik.
4. Kegiatan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran juga salah satu komponen dalam silabus. Kegiatan pembelajaran dapat menggunakan pendekatan-pendekatan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Umumnya kegiatan pembelajaran juga dapat dilakukan dengan berbagai model dan strategi pembelajaran yang sesuai.
5. Materi pokok
Komponen materi pokok berisi tentang prinsip, fakta, konsep, prosedur yang relevan. Dimana materi pokok dapat ditulis dalam bentuk butir-butir yang telah disesuaikan dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
6. Pembelajaran
Sesuai dengan namanya, pembelajaran adalah komponen silabus yang berisi kegiatan antara guru dan peserta didik dalam tujuan mencapai kompetensi dasar yang diharapkan.
7. Penilaian
Sementara kehadiran penilaian sebagai bentuk upaya mengumpulkan sekaligus upaya mengolah informasi untuk menilai hasil pencapaian yang diperoleh oleh peserta didik.
8. Alokasi waktu
Alokasi waktu yang dimaksud di sini adalah rentang waktu. Bisa menunjukan jumlah jam pembelajaran, dan struktur kurikulum dalam satu semester atau dalam satu tahun yang akan dicapai dan yang akan dilakukan.
9. Sumber belajar
Sementara yang dimaksud dengan sumber belajar dapat merujuk banyak bentuk. Misal merujuk pada buku pegangan, media elektronik, alam sekitar yang dapat dijadikan pembelajaran relevan dan masih banyak lagi.
D. Tahapan Membuat Silabus
1. Mengkaji Kompetensi inti dan Kompetensi Dasar
Tahap pertama membuat silabus, lakukan kajian terhadap kompetensi inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Setidaknya saat menyusun KI dan KD harus memperhatikan hierarki konsep disiplin ilmu dan tingkat kesulitan terlebih dahulu.
2. Mengidentifikasi materi pokok pelajaran
Tahapan yang kedua, bisa melanjutkan untuk mengidentifikasi materi pokok pelajaran. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan di bagian ini, yaitu perhatikan potensi peserta didik, lihat apakah ada relevansi dengan karakteristik daerah? Termasuk tinjau terkait perkembangan fisik, sosial, intelektual, spiritual dan emosional peserta didik.
Di dalam identifikasi materi pokok pembelajaran adalah melihat apakah KI dan KD memberikan kebermanfaatan kepada peserta didik? Lihat juga alokasi waktu dan relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. Mengingat setiap daerah memiliki kasus dan permasalahan yang berbeda-beda.
Selain itu semua, ternyata penting juga mengidentifikasi apakah pokok pembelajaran sudah sesuai dengan struktur keilmuan, keluasan materi pembelajaran, dan apakah sudah mendalam atau belum. Hal ini juga perlu diperhatikan.
3. Pengembangan Kegiatan
Pengembangan kegiatan pembelajaran dalam silabus tidak dibuat begitu saja, perlu memperhatikan beberapa hal, sebagai berikut :
• Apakah pembelajaran kegiatan yang diberikan membantu peserta didik? Atau sebaliknya. Kemudian perhatikan juga agar guru juga melaksanakan pembelajaran secara profesional.
• Pengembangan kegiatan yang diberikan ke peserta didik disampaikan secara berurutan demi mencapai kompetensi dasar.
• Adapun tujuan penyampaian pembelajaran dilakukan secara berurutan, yaitu agar sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran yang sudah didesain.
• Pengembangan kegiatan dapat pula didesain dan dikonsep dalam bentuk rumusan pernyataan kegiatan pembelajaran. Rumusan pernyataan tersebut minimal memiliki dua ciri yang memperlihatkan perubahan terhadap pengalaman belajar siswa, yang bisa berbentuk kegiatan siswa ataupun berbentuk matrik.
4. Merumuskan indikator pencapaian KD
Tahap selanjutnya adalah merumuskan indikator pencapaian Kompetensi Dasar. Indikasi bahwa Kompetensi dasar tercapai, dapat ditandai adanya perubahan perilaku ataupun sikap peserta didik. Peserta didik yang menunjukan perubahan pengetahuan dan keterampilan pun juga dapat dijadikan sebagai keberhasilan pencapaian kompetensi dasar ini. Nah, untuk bisa mengetahui hasilnya, maka peserta didik bisa menyusun alat penilaian atau dapat pula mengukur hasilnya dengan cara melakukan observasi.
5. Menentukan jenis penilaian
Tahap selanjutnya, bisa menentukan jenis penilaian. Berbicara jenis penilaian, setiap guru memiliki cara dan formulanya sendiri. Ada yang menggunakan tes maupun non tes. Bisa juga dilakukan dalam bentuk tes tertulis, lisan, pengukuran sikap, pengamatan kerja, lisan atau memberi proyek kepada peserta didik.
Saat melakukan penilaian tersebut, perlu memperhatikan beberapa hal, sebagai berikut :
• Pastikan penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
• Penilaian dilakukan sesuai acuan kriteria, misal menilai berdasarkan apa yang bisa dicapai peserta didik.
• Gunakan sistem penilaian yang berkelanjutan, kemudian hasilnya dilakukan analisis, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan yang dialami siswa.
• Hasil penilaian perlu dianalisis dan ditindaklanjuti. Misalnya siswa yang mendapatkan nilai jelek, bisa melakukan remidi agar memenuhi kriteria ketuntasan.
• Sistem penilaian yang dilakukan oleh guru disesuaikan dengan pengalaman belajar.
Dari kelima tahapan membuat silabus, masih ada dua tahap yang belum disebutkan. Yaitu tahap membuat penentuan alokasi waktu dan menentukan sumber belajar. Penentuan alokasi waktu dibuat dengan membuat perkiraan waktu rata-rata siswa bisa menguasai kompetensi dasar. Sementara dalam menentukan sumber belajar dibuat berdasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Komentar
Posting Komentar