"Strategi Pembelajaran"

Nama: Nur Iqlima Yasika
Nim: 12001302
Kelas: 4H PAI
Mata Kuliah: Magang 1


Strategi Pembelajaran merupakan suatu cara yang dipilih atau digunakan seorang pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran guna untuk memudahkan peserta didik dalam menerima dan memahami materi yang disampaikan.

Ada 7 komponen dalam strategi pembelajaran:
1. Tujuan Pengajaran
2. Guru
3. Peserta Didik
4. Materi Pelajaran
5. Metode Pengajaran
6. Media Pembelajaran
7. Faktor Adminstratif dan Finansial yang berupa jadwal pelajaran, kondisi gedung/ruang untuk belajar, dan lain sebagainya.

Adapun macam-macam strategi pembelajaran:
1. Strategi Pembelajaran Ekspositori
Strategi pembelajaran yang berpusat pada guru. Yang mana pada strategi ini materi pelajaran disampaikan langsung oleh guru, dan dalam strategi ini pula lebih menekankan kepada proses bertutur. Model/metode pengajaran dalam strategi ini bisa menggunakan model/metode Everyone Is A Teacher Here yang mana model/metode ini dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berperan sebagai guru bagi teman-temannya. Contohnya seperti ada salah satu peserta didik yang menjadi guru dan memberikan pertanyaan kepada peserta didik yang lain (sebagai murid) selanjutnya peserta didik menjawab pertanyaan. Dan pada model/metode ini guru hanya berperan sebagai fasilitator.

2. Strategi Pembelajaran Inkuiri
Strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Yang mana peserta didik dituntut untuk lebih aktif dalam proses belajar mengajar. Selain itu, peserta didik juga harus mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran atau bisa dikatakan materi pelajaran tidak diberikan secara langsung oleh guru tetapi peserta didiklah yang harus mencari dan menemukan terlebih dahulu materi pelajaran tersebut. Nah, pada strategi pembelajaran inkuiri ini guru hanya berperan sebagai fasilitator atau pembimbing peserta didik dalam belajar. Adapun model/metode pengajaran dalam strategi ini bisa menggunakan model/metode Reading Alound yaitu metode mengajar dengan cara membaca dengan keras. Yang mana pada metode pembelajaran ini peserta didik disuruh membaca teks pelajaran atau teks yang sudah disiapkan oleh guru dengan dibacakan menggunakan suara yang keras.

3. Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah
Strategi pembelajaran yang mana peserta didik harus menyelesaikan sendiri masalah yang ada atau fakta yang terjadi dilingkungan dalam materi pelajaran. Model/metode pengajaran dalam strategi ini bisa menggunakan model/metode Call On The Next Speaker yaitu dengan cara memanggil pembicara berikutnya. Dalam metode pembelajaran ini memberi kesempatan bagi setiap peserta didik untuk menyampaikan pendapatnya sesuai dengan hasil diskusi sebelumnya dengan kelompok masing-masing.

4. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir
Strategi pembelajaran yang mana peserta didik mengembangkan kemampuan berpikirnya untuk memecahkan suatu masalah atau suatu fakta yang ada dalam materi pelajaran. Adapun model/metode pengajaran dalam strategi ini bisa menggunakan model/metode The Power Of Two, metode pembelajaran dengan membentuk kelompok kecil yang beranggotakan sebanyak 2 orang. Dalam metode pembelajaran ini peserta didik disuruh untuk membentuk kelompok yang beranggotakan 2 orang dan mendiskusikan materi pelajaran dan selanjutnya 2 orang tersebut menyampaikan hasil diskusinya masing-masing.

5. Strategi Pembelajaran Kooperatif
Strategi pembelajaran yang mana peserta didik belajar dan bekerjasama dalam suatu kelompok. Strategi pembelajaran kooperatif ini mengutamakan adanya kerjasama antar peserta didik dalam kelompok atau rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik dalam kelompok-kelompok tertentu, dimana peserta didik belajar bersama, saling menyumbangkan pikiran dan bertanggungjawab terhadap pencapaian hasil pembelajaran. Pada strategi ini peserta didik bekerja sama untuk menyelesaikan suatu tugas akademik dalam suatu kelompok kecil untuk saling membantu dan belajar bersama dalam kelompok mereka dengan kelompok lainnya. Peserta didik membentuk kelompok kecil dan saling mengajar sesamanya untuk mencapai tujuan bersama. Dan dalam strategi ini peserta didik yang pandai bisa mengajarkan peserta didik yang kurang pandai tanpa merasa dirugikan. Adapun model/metode pengajaran dalam strategi ini bisa menggunakan model/metode Cord Short, yaitu metode pembelajaran dengan membentuk potongan-potongan kertas seperti kartu yang berisi judul materi pelajaran yang akan dibahas, contohnya seperti pengertian hadis, tata cara menyucikannya dan lain sebagainya. Pada metode pembelajaran ini juga lebih menekankan pada keaktifan peserta didik, dimana dalam metode ini setiap peserta didik diberi kartu indeks yang berisi informasi/judul materi pelajaran yang akan dibahas, kemudian peserta didik mengelompokan sesuai dengan kartu indeks yang dimilikinya. Setelah itu peserta didik mendiskusikan dan mempresentasikan hasil diskusi tentang materi dari kategori kelompoknya. Dan di sini pendidik/guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan menjelaskan materi yang perlu dibahas atau materi yang belum dimengerti peserta didik setelah presentasi selesai.

6. Strategi Pembelajaran Kontekstual
Strategi pembelajaran yang mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari. Pada strategi ini lebih mengarahkan kepada konteks yang terjadi dikehidupan nyata dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dirasakan oleh peserta didik. Strategi ini pula lebih mengarahkan kepada peserta didik untuk membangun kemampuan berpikir dan kemampuan menguasai materi pembelajaran. Dan strategi ini hampir mirip dengan strategi inkuiri yang mana lebih menekankan kepada peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran. Adapun model/metode pengajaran dalam strategi ini bisa menggunakan model/metode Jigsaw yaitu metode pembelajaran kooperatif dengan cara peserta didik belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang secara heterogen. Seperti dengan membagi kelompok awal dan akhir. Dan pada metode ini pada kelompok awal mempresentasikan hasil diskusi nya dan bertukar pikiran dengan kelompok akhir atau materi yang ada pada kelompok akhir.

7. Strategi Pembelajaran Afektif
Strategi pembelajaran yang menekankan pada aspek nilai dan sikap yang diukur. Strategi ini bisa dikatakan berhasil atau efektif apabila aspek nilai dan sikapnya dapat diukur atau bisa dikatakan terdapat perubahan sikap pada peserta didik. Model/metode pengajaran dalam strategi ini bisa menggunakan model/metode Information Search, metode pembelajaran dengan cara mencari informasi terkait pembelajaran yang dibahas baik itu melalui koran, buku paket, majalah maupun internet. Metode ini digunakan agar peserta didik dapat memiliki informasi lebih tentang materi yang sedang diajarkan.

8. Strategi Pembelajaran Aktif
Strategi pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif. Pada strategi ini peserta didik belajar dengan aktif berarti mereka yang mendominasi aktivitas pembelajaran, dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok, memecahkan persoalan atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari kedalam satu persoalan yang ada dalam kehidupan nyata. Dengan belajar aktif ini, peserta didik diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran, tidak hanya mental akan tetapi juga melibatkan fisik. Adapun model/metode pengajaran dalam strategi ini bisa menggunakan model/metode Index Card Match yaitu suatu metode atau cara belajar peserta didik yang dikembangkan untuk menjadikan peserta didik aktif mempertanyakan gagasan diri sendiri atau gagasan orang lain dengan cara mengulangi materi pembelajaran yang telah diberikan sebelumnya melalui teknik mencari pasangan kartu yang merupakan soal atau jawaban.

9. Metode Ceramah
Strategi pembelajaran atau suatu metode mengajar dengan cara menyampaikan informasi secara langsung atau penyajian informasi secara lisan baik formal maupun informal yang dilakukan oleh guru. Model/metode pengajaran dalam strategi ini bisa menggunakan model/metode Picture and Picture, model belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis.

10. Metode Diskusi
Strategi pembelajaran atau suatu metode mengajar dengan cara penyajian pelajaran dengan memperdebatkan masalah berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematik untuk dibahas dan dipecahkan bersama melalui saling mengadu argumentasi secara rasional dan objektif. Adapun model/metode pengajaran dalam strategi ini bisa menggunakan model/metode Numbered Head Together (NHT), yaitu salah satu tipe dari pembelajaran kooperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen dan tiap peserta didik memiliki nomor tertentu, berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tetapi untuk tiap peserta didik tidak sama sesuai dengan nomor peserta didik, tiap peserta didik dengan nomor yang sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja dalam kelompok, presentasi kelompok dengan nomor peserta didik yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan beri reward.

11. Metode Demonstrasi
Strategi pembelajaran atau suatu metode mengajar dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang ahli dalam topik bahasan. Model/metode pengajaran dalam strategi ini bisa menggunakan model/metode Cooperative Script, model belajar dimana peserta didik bekerja secara berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Model pembelajaran Cooperative Script merupakan penyampaian materi ajar yang diawali dengan pemberian wacana atau ringkasan materi ajar kepada peserta didik yang kemudian diberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membacanya sejenak dan memberikan/memasukkan ide-ide atau gagasan-gagasan baru kedalam materi ajar yang diberikan guru, lalu peserta didik diarahkan untuk menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dalam meteri yang ada secara bergantian sesama pasangan masing-masing.

12. Metode Penugasan
Strategi pembelajaran atau suatu metode mengajar dengan cara memberikan tugas kepada peserta didik. Adapun model/metode pengajaran dalam strategi ini bisa menggunakan model/metode Examples non Examples, yaitu model pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran. Penggunaan media gambar ini disusun dan dirancang agar peserta didik dapat menganalisis gambar tersebut menjadi sebuah bentuk deskripsi singkat mengenai apa yang ada dalam gambar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kosakata Bahasa Melayu Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat

"Manajemen Sekolah"

"Sistem Evaluasi"